1. Home
  2. Penggajian
  3. Bagaimana cara menambahkan atau mengubah data perusahaan pada Pengaturan Master Penggajian?

Bagaimana cara menambahkan atau mengubah data perusahaan pada Pengaturan Master Penggajian?

Salah satu hal yang dapat Anda lakukan di menu Pengaturan Master Penggajian adalah menambah atau memperbarui data perusahaan terkait dengan proses penggajian seperti informasi pajak, jaminan sosial dan kesehatan, dan rekening bank. Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk menambah atau mengubah data perusahaan yang terkait dengan penggajian:

Pada tahap pertama, Anda dapat memperbarui Data Perusahaan. Lakukan langkah-langkah berikut untuk memperbarui Data Perusahaan:

  1. Klik ‘Penggajian‘.
  1. Klik ‘Pengaturan Master Payroll‘ atau ‘Master Payroll Setup‘.


    • Perbarui NPWP Perusahaan atau Nomor Pajak. Ini menentukan nomor pajak yang digunakan oleh perusahaan.
    • Cek Penerima SPT. Hal ini menentukan penandatangan SPT.
    • Cek NPWP Pegawai yang Berwenang. Ini menentukan nomor pajak dari penerima SPT.
    • Cek Nama Bank. Ini adalah bank yang digunakan oleh perusahaan.
    • Khusus untuk perusahaan di luar negeri, pengguna dapat mengisi nama perusahaan serta alamat dalam bahasa lokal.
    • Masukkan Nama Pemilik Akun.
    • Masukkan Nomor Rekening.
    • Pilih Pajak yang Ditanggung oleh Perusahaan (Tax Borne by Company). Ini menentukan apakah pajak ditanggung oleh perusahaan atau tidak.
    • Tentukan apakah pajak BPJS ditanggung oleh perusahaan atau tidak.
    • Tentukan apakah gaji akan secara otomatis ditransfer atau tidak.
  2. Setelah semua data selesai, klik ‘Lanjut’ untuk memperbarui informasi lainnya.

Kemudian, pada tahap 2, Anda dapat memperbarui informasi yang terkait dengan jaminan sosial atau BPJS. Lakukan langkah-langkah berikut untuk memperbarui informasi:

  1. Cek Nomor BPJS Ketenagakerjaan Perusahaan. Standar nomor BPJS Perusahaan yang ditetapkan oleh pemerintah adalah 4 (empat).
  1. Masukan Persentase JKK yang diatur dalam risiko rendah yaitu 0,54% dari gaji bulanan.

  1. Masukkan base dari JK, JHT dan JP. Base tersebut menentukan batas minimum terendah untuk menghitung BPJS. Batas minimum terendah yang digunakan adalah upah minimum kota / kabupaten. Misalnya, jika perhitungan JKK adalah 0,54% dan batas minimum terendah adalah 3.000.000. Dengan demikian, perhitungan JKK akan menjadi 0,54% X 3.000.000. Namun, perhitungan akan diterapkan jika gaji pokok karyawan berada di bawah batas minimum terendah. Misalnya, batas minimum terendah adalah 3.000.000 dan gaji pokok karyawan adalah 2.500.000, sehingga perhitungan akan menggunakan batas minimum terendah.Sementara, jika gaji pokok lebih dari batas minimum terendah, perhitungannya akan menggunakan gaji pokok karyawan. Anda dapat memasukkan 0 (nol) jika perusahaan tidak menggunakan batas minimum terendah untuk menghitung BPJS.

  1. Masukkan Persentase JKM. Ini menentukan persentase untuk menghitung JKM. Standarnya adalah 2%.
  1. Masukkan Persentase JHT Perusahaan. Ini menentukan persentase untuk menghitung tunjangan hari tua yang dibebankan pada perusahaan. Standar yang digunakan adalah 3,7%.
  1. Masukkan Persentase JHT Karyawan. Ini adalah persentase untuk menghitung tunjangan hari tua mana yang dibebankan karyawan. Standar yang digunakan adalah 2%.
  1. Masukkan Persentase Jaminan Pensiun Perusahaan. Ini adalah persentase untuk menghitung tunjangan hari tua yang dibebankan pada pemberi kerja. Standar yang digunakan adalah 2%.
  2. Masukkan Persentase Jaminan Pensiun Karyawan. Ini adalah persentase untuk menghitung tunjangan hari tua yang dibebankan pada karyawan. Standar yang digunakan adalah 1%.

Setelah semua data selesai, klik ‘Selanjutnya’ untuk terus memperbarui informasi lainnya.


Pada tahap 3, Anda dapat memperbarui informasi asuransi kesehatan. Ikuti langkah ini :

  1. Masukkan nomor BPJS Perusahaan.
  1. Masukkan Persentase Jaminan Kesehatan Perusahaan. Ini adalah persentase untuk menghitung asuransi kesehatan yang dibebankan pada perusahaan.
  2. Masukkan Persentase Jaminan Kesehatan Karyawan. Ini adalah persentase untuk menghitung asuransi kesehatan yang dikenakan kepada karyawan.
  3. Tentukan Base BPJS Kesehatan. Ini adalah batas minimum terendah untuk menghitung asuransi kesehatan
  4. Setelah semua data lengkap, klik ‘Selanjutnya’ untuk memperbarui informasi lainnya.


Pada tahap terakhir, Anda dapat memperbarui informasi terkait pajak. Informasi ini diatur berdasarkan Peraturan Pajak yang berlaku. Berikut adalah field yang dapat Anda perbarui dalam Parameter Pajak. Ikuti langkah ini :

  1. Tentukan tahun pajak yang digunakan untuk menghitung pajak. Misalnya, tahun yang digunakan adalah 2019.
  1. Aktifkan tombol ‘Berlaku untuk Tahun Depan’ jika kamu ingin menerapkan pajak ke tahun berikutnya. Jika tahun pajaknya (mis. 2022) dan ingin menerapkannya untuk tahun berikutnya, Kamu dapat mengaktifkannya dan tulis tahunnya.


  2. Pilih Metode Pendapatan Tahunan. Kamu dapat memilih metode apa yang digunakan di perusahaan apakah itu Average atau Current.

  1. Tentukan Presentase Tunjangan Jabatan. Presentase Tunjangan jabatan merupakan presentase dari tunjangan yang diberikan kepada pegawai yang memiliki jabatan tertentu. Presentase yang dibebankan yaitu 5% dari pendapatan 1 tahun.
  1. Tentukan Biaya Tunjangan Jabatan Maksimal. Biaya maksimal yang dibebankan per tahunnya yakni sebesar RP 6.000.000,00.
  1. Tentukan PTKP Individu. Ini untuk menentukan penghasilan tidak kena pajak untuk individu. Jumlahnya telah diatur dalam Peraturan Pajak.
  1. Tentukan PTKP Pasangan. Ini untuk menentukan penghasilan tidak kena pajak untuk pasangan. Jumlahnya telah diatur dalam Peraturan Pajak.
  1. Tentukan PTKP Tanggungan. Ini untuk menentukan berapa banyak tanggungan keluarga untuk penghasilan tidak kena pajak.
  1. Masukkan Jumlah Maksimal dari Tanggungan. Ini untuk menentukan jumlah maksimum tanggungan keluarga untuk penghasilan tidak kena pajak.

  1. Tentukan Persentase Denda Pajak. Persentase denda pajak yaitu persentase yang digunakan untuk karyawan yang tidak memiliki NPWP atau nomor pajak. Dengan demikian, mereka akan dikenakan biaya 20%.
  2. Tentukan apakah perusahaan melakukan tax gross atau tidak. Hal ini menentukan tunjangan pajak yang jumlahnya sama dengan jumlah pajak yang dipotong dari karyawan.

Ketika sudah selesai, simpan perubahannya.

Updated on September 27, 2021

Was this article helpful?

Related Articles

Need Support?
Can’t find the answer you’re looking for? Don’t worry we’re here to help!
Contact Support